bina swadaya

Kusala dan Hajat Setengah Abad Bina Swadaya

Terhitung sejak 2007, Bina Swadaya telah empat kali memberikan penghargaan kepada para pelaku kewirausahaan sosial dengan berbagai kriteria tertentu. Sebagai lembaga kewirausahaan sosial, Bina Swadaya terus membangun dan mengembangkan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan, pengembangan serta pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.

Malam penganugerahan Kusala Swadaya sekaligus puncak perayaan HUT ke-50th Bina Swadaya diselenggarakan pada Jumat, 14 Juli 2017, bertempat di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara Grand Pacoran, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini Bina Swadaya meluncurkan sebuah buku perjalanan hidup lembaga swadaya masyarakat yang kini keberadaannya sudah menginjak tahun ke-50. Buku yang berjudul Palugada: Hajat Setengah Abad Bina Swadaya ini ditulis oleh Eka Budianta, sosok yang juga pernah menjadi keluarga besar Bina Swadaya.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial Republik Indonesia, dalam sambutannya pada buku tersebut mengungkapkan, “Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini berorientasi pada masyarakat, mengedepankan partisipasi, dan bersifat suistainable.”

Buat sahabat penebar yang belum tau, Penebar Swadaya adalah bagian dari keluarga Bina Swadaya.

IMG_9388

Kuliah Kelar Bisnis Lancar ala Rudi H Paeru

Penebar Swadaya – Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi apa pun dan dimana pun. Tidak hanya sekedar informasi, berbisnis pun saat ini dapat dilakukan dengan sangat mudah. Hal ini disampaikan oleh Rudi H Paeru saat membedah bukunya yang berjudul “Kuliah Kelar Bisnis Lancar” di Universitas Ibnu Khaldun Bogor pada Selasa, 3 Mei 2016. Di hadapan para mahasiswa,  Rudi menekankan bahwa berbisnis sambil kuliah akan sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang memulai bisnisnya semenjak kuliah akan lebih siap menghadapi dunia real yang sebenarnya.

IMG_9388

“Mahasiswa yang memulai bisnisnya sejak  di bangku kuliah, akan lebih siap menghadapi dunia real yang ada di depannya. Karena, setelah lulus kuliah mahasiswa akan di hadapkan dengan kehidupan yang sebenarnya dan para mahasiswa yang sudah memulai bisnisnya akan jauh lebih siap dibandingkan mahasiswa yang tidak.” Ungkapnya.

Menurut lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini, untk dapat memulai bisnis saat kuliah, mahasiswa harus berani menguatkan dan mempersiapkan mentalnya. Baik itu mental saat bisnis berjalan tidak lancar dan saat bisnis berjalan dengan lancar.

“Ketika seseorang ingin berbisnis, dia harus mempunyai mental yang kuat dan tidak mudah putus asa. Terlebih lagi dalam dunia yang sesungguhnya seseorang dituntut untuk mempunyai mental yang kuat, apalagi saat Anda memutuska untuk berbisnis.” Tuturnya.

Direktur PT Penebar Swadaya ini juga meyakini bahwa kuliah adalah proses membentuk pola pikir. Sehingga IPK bukanlah sesuatu yang mutlak untuk menentukan kesuksesan di masa depan kita. Tetapi pola pikir, kemauan dan kerja keras kita yang nantinya akan menentukan kesiapan kita menghadapi masa depan.

Hal-hal tersebut disampaikan oleh Rudi H Paeru saat Penebar Swadaya Grup mengadakan bedah buku berjudul Bedah “Kuliah Kelar Bisnis Lancar” di Universitas Ibnu Khaldun Bogor pada Selasa, 3 Mei 2016. Buku terbitan imprint Penebar Plus ini diterbitkan pada 2007 dan menjadi salah satu buku “Best Seler” di berbagai toko buku di Indonesia.

(Astri/pandaMan)

99 bisnis ibu rumah tangga

Menjadi Mompreneur Part 1

Penebar Swadaya Group – Beberapa tahun belakangan ini, gelombang kewirausahaan men99 bisnis ibu rumah tanggayerbu kehidupan ekonomi Indonesia dengan dahsyat. Salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan ini dikenal dengan istilah entrepreneurship. Banyak orang yang ’banting setir’ menjadi pengusaha. Demam berwirausaha ini kemudian merebak seiring dengan bermunculannya seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan entrepreneurship.

Entrepreneur atau dalam bahasa Indonesianya disebut wiraswasta merupakan salah satu profesi yang sangat menarik dan menantang oleh sebagian orang. Wiraswasta menarik bagi orang yang mudah bosan dalam bekerja, menyukai tantangan baru dalam bekerja, dan orang yang memiliki jiwa dinamis. Sebaliknya, wiraswasta bagi pecinta kestabilan kerja dan cinta kemapanan mungkin bukan sebuah tantangan, justru merupakan sebuah ancaman. Hal tersebut disebabkan dalam berwiraswasta, pelaku harus siap dengan naik turun pendapatan sehingga harus siap pula dengan ketidakmapanan.

 

1. Apa Itu Mompreneur?
Mompreneur merupakan gabungan dari dua kata, yaitu mommy (ibu) dan entrepreneur (wiraswasta). Dengan demikian, mompreneur adalah istilah untuk ibu rumah tangga yang memiliki dan mengelola usahanya sendiri.

a. Keuntungan menjadi mompreneur
• Menutupi kekurangan dalam perekonomian keluarga.
• Mempunyai penghasilan sendiri sehingga tidak tergantung dengan suami dalam keinginan membeli peralatan rumah tangga atau suatu barang tertentu.
• Menambah pemasukan keluarga.
• Meringankan pengeluaran biaya untuk anak.
• Membuat diri populer.
• Memperluas pergaulan.
• Menambah ilmu yang sebelumnya tidak pernah diketahui.

b. Kerugian menjadi mompreneur
• Memerlukan pengorbanan ekstra seperti banyak mengeluarkan energi, pikiran, kesabaran, dan tentu saja pengorbanan waktu.
• Menambah kesibukan ibu karena harus membagi perhatian antara mengurus anak dan mengelola bisnis. Bukan tidak mungkin kerepotan ketika bisnis dan mengurus anak saling berbenturan.
• Menimbulkan perselisihan atau perbedaan pendapat dengan suami atau anggota keluarga lainnya apabila tidak mendapat izin melakukan bisnis.

 

Tunggu kelanjutan artikel ini di Menjadi Mompreneur Part 2 atau Beli buku 99 Bisnis Ibu Rumah Tangga Disini

Jenis Sayuran Berdasarkan Tempat Tumbuhnya

Jenis Sayuran Berdasarkan Tempat Tumbuhnya

Penebar Swadaya Group – Untuk menanam sayuran di pekarangan, sebaiknya memperhatikan lokasi tempat tinggal alias rumah. Hal ini penting diperhatikan karena ketinggian lokasi rumah akan berpengaruh pada tanaman sayur yang ditanam. Sebagai contoh, tanaman sayur untuk dataran tinggi ditanam di daerah dataran rendah tentu hasilnya tidak akan sebaik jika ditanam di dataran tinggi walaupun memang bisa tumbuh.

Read more